Minggu, 20 Desember 2020

Pria Sejati

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh....

   Ada seorang pria yang tak mungkin menyakiti hati anaknya dialah AYAH. Yang perjuangan dan pengorbanannya tiada batas. Nasihatnya adalah cara ia menjaga. Marahnya adalah tanda ia melindungi. Satu-satunya pria di dunia yang cintanya sejati pada anak-anak perempuannya.

   Ayahku bernama Muhri ia adalah anak pertama dari keempat bersaudara nya. Tidak ada panggilan spesial dari nama ayahku semua orang mengenal dan memanggilnya dengan sebutan Muhri. Ia memiliki bentuk wajah yang sedikit oval, hidung yang tidak begitu mancung, matanya yang terlihat sedikit sipit, bibir yang sedikit tebal, serta memiliki kulit yang berwarna sedikit hitam tidak lagi seperti sawo matang. 

   Dalam kartu keluarga sudah tertera bahwa ia lahir pada tanggal 9 Januari 1981. Ia di lahirkan di sebuah desa yang mayoritas penduduk desa tersebut suku dayak yaitu desa Sukaramai tetapi, desa tersebut sekarang sudah berganti nama entah apa? Aku pun belum mengetahui secara pasti. Mengetahui sekarang sudah bulan Desember dan tentu saja bulan yang akan datang adalah bulan di mana bertambahnya usia ayahku. Yaa... Ayahku sebentar lagi akan bertambah umur tanpa terasa semua begitu cepat berlalu dan umur ayahku juga sudah bisa dikatakan memasuki usia tua. 

    Kenangan itu, semua hal yang pernah terjadi dan semua hal yang pernah ayahku alami tentu saja aku masih mengingatnya. 

Pada saat itu, ketika aku ingin menuntut ilmu di salah satu pesantren yang letaknya memang sangat jauh jika kita tempuh menggunakan transportasi laut yaitu kapal maka membutuhkan waktu sekitar 2 hari 3 malam atau sebaliknya. Dan jika kita tempuh menggunakan transportasi udara yaitu pesawat hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam lebih dan itu semua baru kita lalui ke kota besarnya saja yaitu Surabaya. Dari Surabaya akan kita tempuh lagi perjalanan menuju pondok pesantren yang aku inginkan. Dan itu juga membutuhkan waktu yang lama. 

   Ketika itu, dengan yakin aku mau menuntut ilmu di pondok pesantren tersebut yang lebih tepatnya di Pulau Madura, Kabupaten Pamekasan, Desa Bettet dan nama pondok pesantren tersebut adalah Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan. Aku diantar oleh ayahku tidak dengan ibuku karena ibuku tidak ingin melihatku nanti ketika sudah di pesantren meminta pulang. Dengan menggunakan transportasi kapal pergilah aku bersama ayahku dan sungguh tidak enak saat berasa dalam kapal tersebut karena minimnya tempat untuk tidur dan sebagainya. Ayahku sangat memperhatikan ku ia rela tidak tidur agar aku bisa tidur, ia rela tidur beralaskan seadanya demi aku bisa tidur dengan nyenyak.  Segala hal ia lakukan agar aku tetap merasakan kenyamanan dalam kapal tersebut. Dari semua hal yang ia lakukan aku merasa sangat tersentuh melihat ayahku yang begitu memperhatikan diriku.  Setelah melakukan perjalanan dengan jarak tempuh yang begitu jauh dan juga memakan waktu yang sangat lama tanpa terasa aku pun sudah sampai di kota Surabaya. 

   Sesampainya di kota Surabaya kami melakukan istirahat sejenak di rumah sepupu ayahku dan keesokan harinya kami kembali melakukan perjalanan menuju pondok pesantrenku. Ketika itu, pada saat aku sampai di pesantren dan ayahku ingin meninggalkan ku aku merasa begitu sedih dan ternyata ayahku juga merasakan hal yang sama justru ia lebih bersedih dan merasa sangat berat hati ketika ingin meninggalkan ku di pesantren. Tetapi, ia tutupi semua kesedihan nya dengan tawa dan nasehat-nasehat yang ia sampaikan kepadaku.  

   Ia memang sosok pria yang tidak banyak berbicara dan bisa dikatakan sangat cuek tetapi, dibalik itu semua tersimpan banyak cinta dan kasih sayang untuk diriku dan keluarga kecilku. Saat berada di pesantren aku sering menghubungi nya dan menghubungi ibuku melalui telepon dan setiap aku menelpon untuk memberi kabar ia selalu memberiku dua pertanyaan yaitu "Nak, bagaimana apakah sudah betah di sana? Dan apakah uang jajan mu masih ada?" jika aku menjawab "tidak betah dan menjawab bahwa uang jajanku sudah tinggal sedikit" ia dengan sigap berkata "nanti bapak transfer lagi uang jajan mu di sana nak yang terping kamu betah di sana" dan memang terbukti tidak lama dari aku menghubungi ia, uang jajanku pun langsung di transfer. Padahal aku tau di luar sana ia sangat sulit mencari sebuah uang. Aku tahu bahwa ia rela bangun pagi dan pulang malam tanpa keluhan sedikit pun tanpa berfikir lelah sedikit pun. Itu semua ia lakukan demi diriku dan keluarga kecilku agar selalu bahagia dan merasa cukup tidak kekurangan sedikit pun. 

   Aku juga masih ingat ketika ibuku bercerita mengenai ayahku yang pada saat itu melakukan makan malam bersama tanpa diriku karena aku masih berada di pesantren. Ketika itu ibuku memasak lauk kembaran cumi-cumi yaitu sotong yang tidak luput itu adalah lauk kesukaan ku. Saat bersama berlangsung ayahku terdiam dan berkata "Anakku makan apa ya di pesantren? Apa makan enak seperti diriku? Ini kan makanan kesukaan dia". Tentu saja ibuku juga merasa sedih tetapi, berusaha tegar agar ayahku tidak merasakan sedih yang berkepanjangan. Mendengar cerita dari ibuku aku langsung menangis merasa sangat sedih dan berfikir sebegitu sayangnya ayahku terhadapku. Akan tetapi, jika berada di hadapanku ia sangat cuek dan bahkan aku merasa bahwa ia adalah ayah yang tidak romantis dengan anaknya. Dan jika terjadi apa-apa ia selalu bersikap tegar tidak menimbulkan rasa sedih, cemas dan sebagainya. Namun, itu semua adalah drama saja dibalik itu semua tersimpan rasa terpuruk dan rase sedih yang mendalam. 

   Berbagai keterpurukan yang ayahku alami salah satunya pada saat aku masih menduduki sekolah dasar. Ayahku pernah mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat aku tidak mengrtahui pasti apa alasan ayahku sehingga ingin menjadi seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan usaha tersebut ia lakukan selama dua kali. Jerih payah dan usaha yang ia lakukan pada waktu itu, tetapi hasilnya keberuntungan tidak berpihak kepada ayahku dan itu tidak membuat ayahku berputus asa. Aku sendiri salut kepadanya ia mampu menutupi semua kesedihan nya dan berusaha untuk selalu bangkit. Untuk yang kedua kalinya ayahku kembali mencalonkan diri menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat namun, untuk kedua kalinya juga keberuntungan kembali tidak berpihak kepada ayahku.  Aku sendiri merasa sangat sedih tetapi ayahku selalu berusaha untuk tegar dan terlihat begitu ceria padahal aku tahu bahwa ia merasa sangat kecewa dan bersedih. 

   Dengan selalu berdoa kepada Allah dan memang mungkin itu bukanlah jalan yang terbaik untuk ayahku. Allah pasti sudah menyiapkan jalan rezeki yang terbaik untuk ayahku. Begitu banyak lika liku kehidupan yang ayahku alami hingga akhirnya ayahku memutuskan bekerja sebagai supir mobil truk dari yang awalnya bekerja menjadi anak buah orang lain, hingga membuka proyek sendiri dan hingga akhirnya mempunyai mobil truk sendiri itu semua ayahku alami jatuh dan akhirnya bangkit kembali dan Alhamdulillah pekerjaan ayahku yang berprofesi sebagai supir truk tetap berlangsung hingga sekarang dan aku sangat merasa cukup tidak mengalami kekurangan sedikit pun. Itu semua merupakan jerih payah yang ayahku lakukan demi diriku. 

   Aku sangat menyayangi nya lebih dari apapun dan kasih sayang, cinta dan perhatian yang ia berikan kepada ku begitu berarti dalam hidupku tanpanya mungkin aku tidak akan bisa merasakan sekolah dengan selayaknya seperti anak-anak pada umumnya dan tanpanya juga mungkin aku tidak akan pernah merasakan bagaimana berada di bangku perkuliahan dan menjadi seorang mahasiswi. Ia merupakan sosok pahlawan nyata yang ada dalam kehidupan tidak seperti pahlawan yang di ceritakan di film-film yang mengandung unsur fiksi belaka.  Semua perjuangan dan hal yang ia lakukan tidak dapat aku ceritakan sepenuhnya karena begitu banyak pengorbanan yang ia lakukan untuk ku dan juga keluarga kecilku agar aku selalu merasa bahagia. 

   Ia juga selalu mengalah dalam segala hal contohnya ketika akan menyambut hari raya ia rela tidak memakai pakaian yang baru dan lebih memilih memakai pakaian yang seadanya hanya demi aku dan keluarga kecilku dapat memakai pakaian yang baru. Jangankan dari hal sebesar itu dari hal makanan saja ia rela makan tidak enak demi aku dan keluarga kecilku bisa makan makanan yang enak.  Sungguh mulia engkau pahlawan hidupku. Aku sangat menyayangi mu ayah dan begitu menghormati mu. Aku selalu berdoa semoga Allah selalu melindungi mu dan keberuntungan selalu berpihak kepadamu. 

   Aku juga sangat salut terhadap ayahku. Ya...  Dialah memang sosok pria yang sangat sejati. Ayah yang tak pernah mengenal lelah dan tak pernah mengenal panas dan hujan hanya untuk melihat sang buah hatinya tersenyum. Pengorbanan yang telah ia lakukan tentu saja tidak akan pernah bisa terbalaskan. 

   Sekian, terimakasih 

Wassalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh... 

 


Minggu, 15 November 2020

Analisis bahasa berdasarkan PEUBI dan KBBI

 

1. Lokasi gambar: Jl. Pancasila (Gusti Hamzah) 

Waktu pengambilan gambar: Minggu, 15 November 2020

Analis:

Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa asing yakni, cake dan bakery.

Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat, sebaiknya penulisan menggunakan Bahasa Indonesia yakni Kue dan Roti. Jika ingin menggunakan bahasa Asing, baiknya tulisan di miringkan menjadi *Sandrio cake and bakery*

2. Lokasi gambar: Jl. Penjara (KH. Wahid Hasyim) 
Waktu pengambilan gambar: Minggu, 15 November 2020

Analis:
Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa Asing yakni accessories 

Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat, sebaiknya penulisan menggunakan Bahasa Indonesia yakni Aksesoris. Jika ingin menggunakan bahasa Asing, baiknya tulisan di miringkan menjadi *Indotama variasi Accessories mobil*

3. Lokasi gambar: Jl. Johar
Waktu pengambilan gambar: Minggu, 15 November 2020

Analis:

Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa Asing yakni cellular dan service.

Berdasarkan PEUBI penulisan tersebut kurang tepat, sebaiknya penulisan menggunakan Bahasa Indonesia yakni Seluler dan Servis. Jika ingin menggunakan bahasa Asing, baiknya tulisan di miringkan menjadi *Hosana Seluler Terima Servis*

4. Lokasi gambar: Jl. Pancasila (Gusti Hamzah) 
Waktu pengambilan gambar: Minggu, 15 November 2020

Analis:
Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa Asing  yakni computer. 

Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat, sebaiknya penulisan menggunakan Bahasa Indonesia yakni Komputer. Jika ingin menggunakan bahasa Asing, baiknya tulisan dimiringkan menjadi *Candika computer*
5. Lokasi gambar: Jl. Suprapto
Waktu pengambilan gambar: Minggu, 15 November 2020

Analis:
Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa Asing yakni new. 

Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat, sebaiknya penulisan menggunakan Bahasa Indonesia yakni Baru. Jika ingin menggunakan bahasa Asing, baiknya tulisan dimiringkan menjadi *Program New Normal*



Minggu, 08 November 2020

Aku dan kampungku

Assalamualaikum wr wb
   
     Sungai Bakau Kecil
Ya... Di situlah aku dilahirkan. Ketika orang bertanya tinggal di mana? Pasti mereka akan menyebutkan dua kampung sekaligus karena kampungku ini terbagi dua Sungai Bakau Kecil dan Sungai Bakau Besar. 
Aku belum mengetahui persis sejarah mengapa di namakan Sungai Bakau Kecil. Menurut cerita yang aku dengar dari mulut ke mulut di karenakan pohon bakau yang tumbuh di dekat sungai-sungai tidaklah besar tetapi kecil.  Setelah mendengarnya sih... antara percaya dan tidak mungkin saja memang benar seperti itu sejarah nya. 
    Sungguh senang dan bahagia dilahirkan di sana karena kampungku ini bukanlah kampung yang terpecil atau sebagainya karena orang cukup banyak yang tahu mengetahui kampung ku ini.  Kampungku juga bisa dikatakan masih asri mempunyai banyak keistimewaan di antaranya air yang warnanya berwarna merah seperti larutan minuman teh. Mengapa berwarna merah? karena air ini mengalir langsung dari hutan dan berasal dari akar-akar pohon yang di hutan.  
     Kampung ku juga bisa dikatakan masih asri udara pagi nya juga masih segar. Karena semua ekosistem bisa terbilang masih terjaga. Banyak pemandangan hijau yang enak di pandang mata ketika di pagi hari dan di sore hari kita juga bisa melihat suasana matahari terbenam. Ketika malam hari suasana di kampung ku begitu sepi. 
     Mayoritas penduduk kampung ku adalah orang madura termasuk aku Dan keluarga ku sendiri.  Dan mayoritas profesi penduduk di kampung ku adalah bertani. 18 tahun sudah aku tinggal di kampung ku begitu banyak hal dan kenangan yang sudah berlalu. Salah satu tradisi yang di lakukan di kampungku adalah merayakan robo'-robo' kami akan melakukan do'a bersama untuk menolak tolak balak dan makanan yang disajikan setiap robo'-robo' adalah ketupat tradisi ini tidak akan pernah terlewatkan agar tetap terjalin rasa persaudaraan.
     Tidak banyak yang dapat aku ceritakan mengenai kampungku. Jika masih ingin mengetahui kampungku dan mengapa bisa dinamakan Sungai Bakau Kecil. Mungkin dapat langsung berkunjung ke kampungku. Semoga saja kampungku masih tetap asri dan terjaga ekosistem nya. 

Sampai jumpa di tulisan selanjutnya.😊

Wassalamualaikum wr wb 

     

Bahasa Madura

Bahasa ibu saya adalah bahasa madura.  Sungguh menyenangkan mencari kosa kata bahasa ibu ini.  Semoga saja bahasa bahasa madura ini mudah di pahami bagi orang-orang yang ingin mengetahui bahsa madura.

1. Iyyeh = iya
2. Enjek = tidak
3. Kakeh = kamu
4. Engkok = saya
5. Chubek = jelek
6. Raddin = cantik
7. Ghileh = gila 
8. Bhugeng = bodoh
9. Ngumung = berbohong
10. Beceng = bau
11. Ro'om = wangi
12. Lakonih = lakukan
13. Acelling = melihat
14. Mintah = meminta
15. Noles = menulis
16. Mecah = membaca
17. Embu' = ibu
18. Bapak = bapak
19. Alek = adik
20. Taretan = saudara
21. Khutteh = paman 
22. Phibbi' = bibi
23. Kodung = kerudung
24. Kalambih = baju
25. Pajung = payung
26. Roma = rumah
27. Compok = rumah
28. Bungkoh = rumah
29. Phental = bantal
30. Telongan = jendela
31. Labeng = pintu
32. Tabing = dinding
33. Pereng = piring
34. Kajuh = kayu
35. Dopor = dapur
36. Korseh = kursi 
37. Mejeh = meja
38. Kasor = kasur
39. Sendal = sandal
40. Kacah = kaca
41. Lereng = sepeda 
42. Buthul = botol
43. Betoh = batu
44. Paser = pasir
45. Cellot = lumpur
46. Obuk = rambut
47. Ngakan = makan
48. Nginum = minum 
49. Tedung = tidur
50. Asaren = tidur
57. Tojuk = duduk
58. Berka' = lari
59. Acelen = berjalan
60. Abhejeng = sholat
61. Ngocak = berkata
62. Akanteh = berbicara
63. Mandih = mandi
64. Matah = mata
65. Elong = hidung
66. Tanang = tangan
67. Sokoh = kaki
68. Kelleng = gelang
69. Kalong = kalung
70. Ocen = hujan
71. Resek = gerimis
72. Mule = pulang
73. Abelih = kembali
74. Pao = mangga
75. Khetteng = pisang 
76. Rambuten = rambutan
78. Jembuk = jambu
79. Cherruk = jeruk
80. Sapeh = sapi
81. Kambeng = kambing
82. Ajem = ayam
83. Koceng = kucing
84. Kates = pepaya
85. Chuko' = ikan
86. Bilis = semut
87. Apah = apa
88. Arapah = mengapa
89. Edimmah = di mana
90. Sapah = siapa
91. Oreng = orang
92. Nak-kanak = anak-anak
93. Binik = perempuan 
94. Lakek = laki-laki
95. Lanceng = panjang
96. Landek = lendek
97. Bhumih = bumi
98. Langngi'  = langit
99. Mateh = mati
100. Odik = hidup


       

Senin, 26 Oktober 2020

MENCOBA HAL BARU

 


Assalamualaikum Wr Wb
Perkenalkan nama saya Putri Nurul Aini, saya lahir pada tanggal 14 juni 2002. Saya adalah anak pertama dari dua bersaudara nama adik saya adalah Muhammad Imam Sarifuddin. Oke cukup sampai di sini dulu ya... 

Masuk dunia perkuliahan begitu banyak hal baru yang di lakukan atau di kerjakan salah satunya adalah membuat akun blogger ini.  Jujur saja, saya belum pernah mendengar kata blogger tersebut tetapi setelah masuk dunia perkuliahan dan menjadi seorang mahasiswa saya menjadi tahu dan begitu banyak hal baru yang saya dapatkan. 
Walaupun proses kuliah saat ini menggunakan jarak jauh (daring) tapi menurut saya begitu menyenangkan karna bisa membuat kita atau dapat membimbing diri kita untuk lebih percaya diri. 

Mungkin untuk saat ini hanya ini yang dapat saya tulis di akun blogger saya. 
Terimakasih
Wassalamualaikum wr wb. 

 

Pria Sejati

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh....    Ada seorang pria yang tak mungkin menyakiti hati anaknya dialah AYAH. Yang perjuangan dan ...